sehat itu mahal, tapi sakit bisa jauh lebih mahal kawan


Senin itu rencananya mau nyelesaikan konversi aplikasi di berastagi, temen-temen pada ngumpul di kantor, tapi aku milih untuk dijemput di jalan setia budi, ada sedikit permasalahan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu di rumah.

Jam satu siang bergerak dari rumah dengan ransel penuh peralatan tempur, laptop, baju ganti, jaket tebal dan mushaf quran kecil. Nyampe setia budi turun dari angkot langsung menuju apotik untuk ngelengkapi obat-obatan darurat, secara baru sembuh DBD & kepala masih sering pusing, abis tu naik angkot lagi balik ke ring road karena jemputannya bakal lewat situ, soale jl setia budi macet.

Satu jam perjalanan, aman… tiga puluh menit kemudian, masih aman.. tapi makin ke atas, kepala sebelah kiri makin nyeri, pusat sakitnya di dahi dan pelipis kiri. Mungkin ini karena udah lama gak nempuh rute Medan-Berastagi ditambah kondisi fisik yang belum fit 100%, yosh… obat darurat pertama dikeluarkan, balsem gosok, lumayan bisa bertahan sampe tempat tujuan.

Jam lima sore, tim konversi (P Jon, bang azzam, dobith, aku, cia, mbak dewi) plus dicky (driver) tiba di tempat dengan selamat, tapi… kepala makin terasa nyeri.

Ba’da maghrib, tim berkumpul kembali untuk briefing dan sedikit pengarahan dari ketua tim (P Jon), hampir semua isi briefing terlewatkan gara-gara menahan nyeri di dahi yang makin berdenyut, baru kali ini ngalamin sakit kepala seperti ini. Singkat cerita, malam itu aku tidak bisa bisa bergabung dengan temen-temen lainnya menikmati dinginnya malam sambil membongkar alur proses, parameter-parameter, merangkai indahnya class, method dan object. Aku malah tiduran di kasur empuk, dengan selimut tebal sambil menahan kebingungan ada apa dengan kepalaku? sampai pagi, ntah aku sempat tertidur atau terus terjaga yang kuingat rasa itu terus hadir menusuk jiwa eh salah kepala maksudnya :P .

Paginya keputusan diambil, aku harus turun ke Medan karena kondisi tidak memungkinkan, karena kepalaku yang jadi sasaran, kerjaanku bakal gak bisa jalan. Terpaksa Cia ditinggal sendirian dengan tugas konversinya padahal aku harusnya juga turun tangan, afwan ya Cia.

Alhamdulillah, hari itu emang ada mobil kantor dari Medan mengantarkan P Tony menggantikan posisi P Jon yang akan cuti, coba klo ga ada mobil…waa bisa gaswat!

Tiba di medan jam setengah lima sore, masuk kamar, tiduran bentar. Jam lima bergerak ke tempat praktek dokter spesialis THT, Askaroellah Aboet deket Carrefour, periksa sini periksa situ, “Nampaknya ada gejala sinusitis, saya kasih rujukan untuk CTScan ya”, “Iya dok”. Selesai urusan dokter, bergerak ke RS Materna untuk CTScan, ini kali pertama kepalaku di scan, kirain kayak alat scan paru-paru, sempat kebayang klo batok kepala ini bakal ditempelin ke plat besi trus di jepret dari belakang. Ternyata alat scannya seperti tabung, aku harus telungkup di tempat tidur dengan posisi kepala mendongak dengan alat penyangga dagu. Sakit kah? enggak, cuman rada serem aja soalnya alat itu suaranya mirip suara turbin pesawat boeing. “Hasilnya bisa diambil nanti malam jam sembilan atau bisa juga besok pagi”, kata dokter yang lebih mirip insinyur yang mengoperasikan panel kontrol n peralatan-peralatan radiologinya.

Besoknya, dokter mengambil kesimpulan bahwa aku kena sinusitis maxillaris kiri, bilateral sinusitis ethmoidalis serta sinusitis frontalis kiri, bahasa indonesianya ada cairan di rongga pipi kiri, dahi kiri dan peradangan di pangkal hidung. Dokter bilang “gak perlu sampai operasi, kita coba terapi dulu”.

Fuihhh…. sehat itu mahal, tapi sakit bisa jauh lebih mahal kawan.

This entry was posted in Harian and tagged . Bookmark the permalink.

8 Responses to sehat itu mahal, tapi sakit bisa jauh lebih mahal kawan

  1. Huang says:

    Gaya hidup sehat sekarang?

  2. drakulil says:

    @Huang
    klo buat gaya-gayaan, ya jelas bisa lebih mahal lagi

  3. al-abror says:

    dah sembuhkan kak??

    syafakALLOH

  4. Linda says:

    Saya skrg pusing … udah ke dr ktnya sinusitis tapi masih pusing terus … udah di scann semalam tapi hasilnya belum di ambil …. kamu treatment kayak apa yaa … please share ke aku dong … many many thanks

  5. Linda says:

    fyi … tanda2nya ….. persis banget kayak kamu …. pls help kasih tau gimana sembuhnya krn aktifitas jadi terbatas …. thanks

  6. drakulil says:

    hi, waktu itu aku dikasih obat tetes hidung sama kapsul (namanya lupa) kalo gak salah fungsinya untuk meredakan radang tulang rawan. Yang penting ikutin jadwal kontrol yang disusun sama dokter, insyaAllah 2 bulan aja udah sembuh.

  7. Yoga says:

    mas boleh minta alamat lengkap t4 praktek dr. Askaroellah Aboet ?
    saya mo konsul THT…

  8. Ayyinas Firays says:

    untung kakak ini langsung periksa..
    aku sendiri sudah lama sering sakit kepala nyut2an tapi ku anggap biasa aja. Paling sakit kepala biasa. Namun akhirnya, aku diperiksakan sama ortuku karena suaraku yang makin lama makin aneh (bindeng katanya). Eh, udah parah ternyata sinusnya.. :(
    Kakak sudah sembuh kan? Doakan saya juga ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s