Drakulil, Musuhnya Drakula

Januari 21, 2009

Review debat TV One, akankah obama membawa kedamaian di timur tengah?

Diarsipkan di bawah: Harian, Opini — drakulil @ 10:34 pm

Seperti yang kita ketahui, Obama sebagai presiden berkulit hitam pertama di Amerika Serikat telah menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini juga yang secara khusus diangkat menjadi bahan perdebatan pada acara debat di sebuah stasiun televisi swasta negeri ini. Khususnya tentang perubahan kebijakan AS terhadap Palestina.

Kebetulan saya tidak melihat dari awal, hanya akhir sesi pertama dan dilanjutkan dengan sesi ke dua sampai selesai. Pada closing sesi pertama, pembicara pro amerika dari JIL (Jaringan Islam Liberal) menyatakan bahwa Obama menjanjikan perubahan, karena latar belakangnya yang multi ras, pernyataan ini diperkuatnya dengan menjelaskan silsilah singkat keluarga Obama.

Saya melihat pendapat ini terlalu sempit, hanya membandingkan kebijakan sebuah negara apalagi sebesar Amerika Serikat dengan latar belakang “multiras” keluarga presidennya sebagai parameter “bakal terjadinya” perubahan adalah perbandingan yang tidak senonoh. Amerika Serikat adalah negara yang besar, pengaruh lobi yahudi juga sangat kuat, bagaimana Obama dapat melakukan perubahan, apakah dia akan menerapkan pola diktator dengan segala kebijakan mengacu pada pemikirannya? rasanya sulit, justru kemungkinan besar Obamalah yang akan dirubah untuk mengamankan kepentingan lobi yahudi.

Sesi kedua, pembicara dari kubu pro amerika disebutkan adalah seorang pengamat timur tengah, walaupun hal ini cukup meragukan buat saya, dan pembicara dari kubu anti amerika adalah sang penulis buku “Kenapa Hamas Dibenci Amerika”. Saya akan ringkaskan poin-poin perdebatan mereka, beserta tambahan komentar pribadi saya;

A: Amerika peduli terhadap Palestina, dibuktikan dengan diprakarsainya perjanjian-perjanjian perdamaian Israel-Palestina oleh Amerika Serikat.
B: Perjanjian-perjanjian yang ada selama ini tidak pernah menyentuh substansi masalah, dan fakta yang terjadi perjanjian-perjanjian damai itu pada akhirnya hanya memperkuat posisi Israel, ini dibuktikan dengan semakin menyusutnya wilayah Palestina dan melebarnya wilayah Israel.

A: Hamas selalu menggunakan cara-cara kekerasan dan menolak perjanjian damai dengan israel.
B: Hamas memang menyatakan bahwa perjanjian damai dengan israel itu tidak penting, karena belajar dari 60 tahun perjanjian-perjanjian yang dibuat selama ini selalu menguntungkan pihak israel dan merugikan Palestina.

Kekerasan adalah cara terakhir yang digunakan oleh Hamas, organisasi ini pertama kali berdiri untuk kepentingan sosial dan pendidikan, menyadarkan apa arti kemerdekaan dan apa arti penjajahan bagi rakyat Palestina. Bagaimana mungkin seorang pejuang disalahkan karena menggunakan cara-cara kekerasan padahal dia sedang berjuang membela diri melawan penjajah yang lebih dahulu melakukan kekerasan berpuluh tahun lamanya?

A: Hamas tidak fair, karena berperang ditengah rakyat sipil sehingga rakyat sipil menjadi korban.
B: Bagaimana mau dikatakan fair, ketapel melawan moncong tank, roket rumahan melawan peluru kendali F16.

Saya heran, bagaimana mungkin pernyataan A itu bisa keluar dari mulut seorang pengamat timur tengah, Israel vs Hamas adalah penjajah vs pejuang, pejuang Palestina tentu saja berada ditengah-tengah masyarakat Gaza, kan gak mungkin penjajah israel vs pejuang Hamas perangnya di kutub utara? lagi pula wilayah Gaza itu sangat kecil dan padat, dan sampai saat ini israel belum pernah tuh nantangin pejuang Hamas duel satu lawan satu di lapangan khusus untuk perang. Kalau jatuh korban sipil, yang disalahkan harusnya israel sang penjajah, bukan pejuang-pejuang Palestina yang membela tanah airnya, pengamat kok mau aja dibodoh-bodohin penjajah, aya-aya wae.

A: Hamas harusnya mengungsikan rakyat sebelum mulai perang.
B: Hamas menerapkan strategi gerilya, mempertahankan setiap desa di Gaza, namanya juga gerilya dan perang kota, tentu membaur ditengah-tengah gedung dan pemukiman yang padat. Menyalahkan Hamas sama saja dengan menyalahkan Jendral Soedirman yang menembus hutan belantara bergerilya dari desa ke desa. Karena saat bergerilya dan berpindah dari satu desa ke desa lainnya, rakyat sipil juga banyak menjadi korban serangan tentara belanda.

Ini keheranan saya yang kedua, bagaimana mau mengungsikan rakyat keluar Gaza, sementara perbatasan diblokade oleh israel, bagaimana menempatkan rakyat sipil ke tempat aman kalau masjid, sekolah, universitas bahkan kantor perwakilan PBB saja tetap dihajar rudal israel dengan semena-mena? hal ini menunjukkan betapa minimnya pengetahuan kubu A terhadap masalah yang melingkupi Gaza. Rakyat Palestina memang mendapat ancaman dari israel bahwa mereka harus meninggalkan rumah karena israel akan datang menyerang, tapi apakah mereka dapat disalahkan padahal rumah itu adalah rumah mereka, tanah itu adalah tanah mereka, ancaman israel kepada warga Palestina ini sama saja dengan ancaman tentara sekutu kepada masyarakat Surabaya yang meletuskan peristiwa 10 November 1945.

A: Obama membawa harapan bagi dunia arab, karena dapat menciptakan perdamaian di Palestina dengan solusi dua negara berdirinya negara Palestina dan Israel.
B: Tidak tepat, Obama mungkin membawa harapan, tapi hanya harapan bagi rakyat amerika yaitu terjadinya perubahan kondisi ekonomi, kesehatan dan kesejahteraan rakyat amerika, tapi bagi Timur Tengah khususnya Palestina rasanya terlalu berlebihan, apalagi jika dibandingan Israel dengan Palestina, maka Israel lebih utama bagi Amerika Serikat, Israel adalah sahabat dan sekutunya Amerika Serikat.

A: Hamas harus disalahkan, karena sikap keras Hamas yang anti dialog membuat masalah Palestina berlarut-larut.
B: Tidak tepat, Hamas tidak anti dialog, Hamas melaui ketua biro politiknya Khalid Misyal menyatakan setuju berdialog tapi dengan syarat, pertama; seluruh blokade terhadap wilayah Palestina harus dibuka, kedua; rakyat Palestina diberikan hak untuk kembali ke tanah yang ditinggalkannya saat diusir israel, dan dua hal ini yang tidak pernah dipenuhi oleh israel.

Wajar saja jika Hamas menolak perundingan damai, selama dialog dan perjanjian yang ada selalu menguntungkan israel dan merugikan Palestina.

Solusi dua negara? coba tanyakan pada warga negara Inggris atau Amerika atau siapapun yang pro penjajahan Israel, sudikah mereka tanah di negaranya dicaplok oleh imigran asing kemudian para imigran asing itu dengan dukungan kekuatan persenjataan mendeklarasikan sebuah negara merdeka ditengah-tengah wilayah negara mereka? sudikah mereka dijajah dan diusir oleh imigran-imigran asing itu keluar dari tanahnya? Wallahu’alam.

& Komentar »

  1. keadilan memang hal yang sangat asing di zaman sekarang ini
    namun kita harus bangga menjadi yang asing
    karena islam datangnya juga dalam keadaan asing
    dan di akhir zaman juga akan asing kembali

    tegakkan Hukum Allah
    salah-satunya adalah dengan kilafah
    namun saya katakan SALAH-SATUNYA bukan SATU-SATUNYA
    yang diwajibkan dalam quran kan
    menegakkan hukum ALLAH

    Komentar oleh andihendra — Januari 28, 2009 @ 3:25 pm

  2. saya sangat senang sekali dngn acara tvone khususnya debt. Kalo bisa para pro dan kontra jngn memakai emosi ktka berdebat! Dan kalo bisa jangan memotong debat ketika iklan!

    Komentar oleh hedian — Februari 20, 2009 @ 11:04 am

  3. awalnya saya simpati sm obama, tapi sejak bliau tdk menyentil se-kuman- pun masalah palestina pada saat pidato perdana bliau menjadi presiden, saya kecewa!!!! perubahan macam apa yg diharapkan! bisa jadi dia lebih keji dari bush!

    Komentar oleh BikPiciâ„¢ — Maret 8, 2009 @ 11:12 pm

  4. awalnya saya simpati sama obama dan akhirnya pun saya tetap simpati sama obama.

    mas jangan ngurusi negara lain, ngurus negara sendiri aja ngak becus,biasanya orang seperti kamu ini tdk bisa apa apa tapi banyak menjelekan orang lain.

    coba bercermin di kaca cermin seberapa busuknya hati kamu. kalau saya pikir kamu semuanya orang dengki dan iri melihat keberhasilan orang lain. seberapa buruknya orang lain yang pasti kamu lebih buruk dari orang lain,karena kedengkian anda. kita sesama orang muslim jangan berprasanka buruk. misal kalau nanti semuanya orang muslim,apakah di jamin negara tdk ada maling,pembunuhan, perkosaan,kemiskinan? anda berani jamin!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh abdul komarudin — April 28, 2009 @ 5:48 pm

  5. @abdul_kor56:
    awalnya saya simpati sama obama dan akhirnya pun saya tetap simpati sama obama.

    Yasudah karepmu

    @abdul_kor56:
    kita sesama orang muslim jangan berprasanka buruk

    Setujuuuu, mau saya tunjukin gimana contohnya berprasangka buruk itu? gini nih

    @abdul_kor56:
    - ngurus negara sendiri aja ngak becus,biasanya orang seperti kamu ini tdk bisa apa apa
    - coba bercermin di kaca cermin seberapa busuknya hati kamu
    - kamu semuanya orang dengki dan iri melihat keberhasilan orang lain
    - seberapa buruknya orang lain yang pasti kamu lebih buruk dari orang lain,karena kedengkian anda

    nah ini nih yang paling lucu
    @abdul_kor56:
    misal kalau nanti semuanya orang muslim,apakah di jamin negara tdk ada maling,pembunuhan, perkosaan,kemiskinan?

    mas dul, maling, pembunuhan, perkosaan, kemiskinan itu fenomena kehidupan.
    islam itu membawa perangkat hukum yang mengatur kehidupan dan fenomenanya, tapi tetap saja pilihan itu ada ditangan si manusia, mau ngikut aturan ato enggak, sebagai muslim konsekwensinya sudah jelas, sejelas mentari disiang bolong. Dan memeluk islam itu bukan paksaan, apa gunanya memaksa seluruh penduduk negara untuk memeluk islam jika mereka tidak mau, dakwah islam tidak menggunakan cara paksa memaksa seperti itu. Pada jaman Rasulullah SAW saja, yang nonmuslim tetap ada, dilindungi dan dipelihara hak serta kewajibannya.

    @abdul_kor56:
    anda berani jamin!!!!!!!!!!!

    Kalo ada kepastian hukum, semua bisa dijamin.

    Komentar oleh drakulil — April 30, 2009 @ 8:17 pm

  6. Kata orang itu tanah palestina itu merupakan tanah yang dijanjikan untuk orang israel .Jadi mw ada perjanjian apa pun mereka gak akan nyerah toh wilayah semakin luas dan dia juga gak bisa diserang oleh bangsa lain ata pun PBB.

    *debat di Indonesia juga gak akan ada gunanya toh debat itu gak ada pengaruhnya sama perang di sana cuma makin mempertjam pro kontra di dalam negeri.

    Komentar oleh fdan — Juni 28, 2009 @ 10:35 pm

  7. @uton..
    tanah palestina mana yang dijanjikan untuk israel???

    teks yang didalam Quran itu hanyalah tanah yang dijanjikan untuk bani Israil yang benar-benar taat dengan nabi Musa kala itu. tapi mereka g taat. Jadi g ada hak secuilpun untuk menguasai Palestine apalagi menjajah rakyatnya.
    apalagi Bani Israil itu sebenarnya sudah punah dan mereka yang mengaku negara israel hanyalah pemeluk Yahudi yang mengaku-ngaku bani Israil..
    tapi tetep tidak mengurangi kecemburuan mereka terhadap kaum muslim

    @uton lagi
    debat itu penting banget ton, zaman sekarang itu zamannya perang pemikiran (Ghazwul Fikr)
    dengan perang pemikiran, Sekuler dengan komando Mustapa Kemal Attaturk Laknatullah bisa mengubah Turki yang dahulunya Pusat Kekhalifahan.
    Dengan ghazwul Fikr orang-orang JIL dengan mudahnya mencegah pemberlakuan Syariat di Tanah Air…
    debat itu salah satu media, media lain contohnya saja blog,FB,FS dsb..
    tentu juga ditambah dengan peningkatan kualitas para Mujahidin dalam bidang teknologi..

    yah, itu hanya

    Komentar oleh andihendra — Juni 30, 2009 @ 9:26 pm

  8. @fdan,
    makanya Hamas dari awal gak yakin kalo israel mau bener2 berunding untuk mencapai win-win solution. jadi jalan perang melawan penjajahan yang diambil Hamas adalah langkah yang tepat.

    Komentar oleh drakulil — Juli 28, 2009 @ 6:14 pm


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.