Drakulil, Musuhnya Drakula

Februari 2, 2009

Benarkah Kebrutalan Israel Justru Dipicu oleh Perlawanan HAMAS?

Diarsipkan di bawah: Opini — drakulil @ 1:43 pm

Pertanyaan

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pak Ustadz…

Baru2 ini sy membaca tulisan Syaikh Abdul Aziz ar-Rays hafizhahullahu ta’ala

Betapa sering seorang muslim harus merasakan sakit akibat melayangnya nyawa kaum muslimin yang lain disebabkan kobaran semangat yang tak terkendali oleh ilmu sehingga menimbulkan kezaliman orang-orang kafir kepada kaum muslimin yang lemah justru menjadi berlipat ganda, maka jadilah mereka sebagai korban sembelihan orang-orang kafir yang sangat gemar menganiaya; dan mereka [orang kafir] itu adalah orang-orang Yahudi. Dan jadilah kaum muslimin sebagai korban akibat tindakan yang salah dari sebagian kaum muslimin; dan mereka itu adalah para pemimpin HAMAS. Saya tidak mengerti sama sekali apa yang mendorong organisasi HAMAS untuk melakukan tindakan-tindakan perlawanan secara terang-terangan kepada orang-orang Yahudi kafir terlaknat itu, padahal mereka juga mengetahui bahwa kekuatan mereka sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan orang-orang Yahudi. Bahkan, tindakan mereka itu justru -pada ujungnya- mengakibatkan semakin kerasnya penyiksaan kaum Yahudi kepada orang-orang yang lemah di antara kaum muslimin di Gaza. Sementara para pemimpin HAMAS bisa saja selamat karena mereka bisa membuat perlindungan di sekelilingnya untuk menyelamatkan diri. Kemudian, yang lebih aneh lagi adalah tindakan HAMAS yang tetap berkeras meneruskan perang, sampai-sampai orang yang melihat mengira bahwa mereka memiliki kekuatan dan kemampuan yang memadai untuk menghancurkan Yahudi. Maka hal itu tidak lain justru semakin menambah sakit dan luka [pada diri kaum muslimin] akibat terjadinya berbagai pembantaian berdarah yang sangat keji [yang dilakukan oleh Yahudi, pent].

pertanyaan sy :

1.apakah HAMAS telah salah bertindak?

2 apakah memang sebaiknya Umat Islam tidak mengadakan perlawanan dan mundur saja dari tanah palestina?

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Abu Muhammad

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tanpa bermaksud membela Hamas secara membabi buta atau mau berat sebelah, rasanya pernyataan Syeikh masih perlu dikritisi. Ada beberapa hal yang kurang nyambung dari pernyataan itu.

Israel Sudah Jadi Jagal Sejak 1948

Kalau dikatakan gara-gara aksi militer HAMAS, maka satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa sejak tahun 1948 Israel sudah jadi jagal dan pembantai manusia. Kerjanya tiap hari membunuh orang Palestina tanpa sebab.

Sementara HAMAS , organisasi ini baru saja didirikan tahun 1987, yaitu sejak peristiwa Intifadhah dan tragedi Al-Maqthurah. Jadi Israel sudah meraja lela selama 30an tahun, barulah HAMAS muncul. Kok bisa-bisanya HAMAS disuruh bertanggung jawab?

Peristiwa pembantaian 3.000 pengungsi di Libanon Selatan, Shabra dan Shatila, terjadi jauh sebelum HAMAS didirikan. Bagaimana mungkin HAMAS harus bertanggung-jawab atas pembunuhan yang dilakukan Israel, padahal HAMAS belum didirikan?

HAMAS Menang Pemilu

Selain itu, pernyataan syeikh di atas agak kurang sesuai dengan realita di lapangan, kalau dianggap biang keladi masalahnya adalah perlawanan HAMAS. Sebab sejak berdirinya HAMAS, rakyat dan bangsa Palestina banyak menaruh harapan di organisasi yang merupakan bagian dari Al-Ikhwanul Al-Muslimun ini.

Bukti sederhananya adalah bahwa HAMAS memenangkan pemilu dengan angka yang mutlak. Di Nablus, Hamas berhasil meraih 13 kursi dari total 15 kursi tingkat kotamadya. Sementara kelompok Filisthin Ghad yang berada di bawah gerakan Fatah hanya meraih dua kursi saja. Total HAMAS setidaknya menguasai 70 kursi, dari 132 kursi di parlemen.

Jelas sekali rakyat Palestina mendukung HAMAS, bukan karena apa-apa, tapi karena apa yang berhasil dilakukan HAMAS lebih pasti. Israel sedikit demi sedikit mundur dan terdesak. Setidaknya ada 3.000 pemukim yahudi di Sedirot minggat ke luar negeri saat roket-roket HAMAS meledak di kota itu.

Sementara di bawah payung organisasi yang lain, nasib bangsa Palestina tidak pernah berubah. Yang kebanyakan dilakukan tidak lebih dari sekedar upaya-upaya diplomasi, sidang, rapat, meeting, dan kumpul-kumpul di New York, di markas besar PBB. Alih-alih Israel diusir, yang terjadi malah jumlah pemukiman yahudi tambah banyak. Dan pembunuhan atas rakyat oleh pemukim yahudi bersenjata tidak pernah berhenti.

Jadi kalau bangsa Palestina lebih suka dan memilih HAMAS dalam pemilu, sungguh sangat bisa dimengerti. Karena logika itu sangat sederhana, anak-anak kecil pun dengan mudah memahaminya.

Kekalahan Bukan Karena Kecilnya Kekuatan

Benar bahwa dalam perang segala sesuatu harus dengan perhitungan. Apabila musuh terlalu tangguh, sedangkan keadaan diri kita centang perenang, tentu kalau nekad juga maju perang akan mati konyol.

Namun yang terjadi di Palestina justru 180 derajat kebalikannya. Israel ternyata tidak setangguh tongkrongannya. Memang di atas kertas, persenjataan Israel jauh lebih banyak dan canggih. Tapi apa yang di atas kertas tidak selalu sama dengan kenyataan.

Kenapa kita tidak mengambil pelajaran dari perang Afghanistan? Bukan kah persenjataan Uni Sovyet jauh lebih besar, lebih kuat dan lebih dashyat dari Isrel? Dan Afghanistan sempat dianeksasi selama sepuluhan tahun. Tapi apa yang terjadi setelah itu?

Bukan hanya tentara Sovyet yang mundur, bahkan negara mereka pun akhirnya bubar di tempat.

Sebagai bangsa Indonesia, di atas kertas yang namanya bambu runcing tidak mungkin bisa berhadapan dengan meriam dan senapan mesin Belanda. Tapi perjuangan 10 Nopember yang kemudian ditetapkan sebagai hari pahlawan telah membuktikan bahwa meski hanya bersenjatakan bambu runcing, bangsa kita tetap bisa mengusir Belanda.

HAMAS di Atas Angin

Dibandingkan persenjatan HAMAS hari ini, jelas sekali senjata roket HAMAS sudah di atas angin. Dengan jarak 25-an kilometer, beribu-ribu yahudi laknatullah mengalami shock, ketakutan dan jatuh mental, saat roket-roket itu meluluh-lantakkan fasilitas milik yahudi. Mereka tidak pernah menyangka senjata HAMAS bisa sehebat itu. Belum pernah dalam sejarah penjajahan Israel atas Palestina, para tentara Israel dan pemukim yahudi bersenjata itu mengalami rasa takut seperti sekarang.

Saat 2 tahun lalu berhadapan dengan Hizbullah di Libanon, jelas terlihat Israel keteteran dan termehek-mehek dibuatnya. Apalagi dengan taktik perang kota dan gerilya yang digelar. Tentara Israel frustasi dan pucat pasi. Mereka ikut perang sekedar menyerahkan nyawa sia-sia.

Sekarang Israel melakukan kesalahan yang sama. Saya yakin 100% bahwa para petinggi negara yahudi itu sudah putus asa menghadapi HAMAS. Mereka sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Ibarat orang kalap, mabuk dan keracunan, apa saja yang ada didekatnya dibantingnya. Tak peduli lagi dengan sorotan dunia.

Kalau perlu fasilitas milik PBB pun diroketnya. Toh PBB cuma jongosnya Amerika. Sedangkan Amerika sendiri justru jadi jongosnya Israel. Jadi kalau fasilitas PBB dihancurkan, mana mungkin jongosnya jongos berani melawan. Semua ini menunjukkan bahwa Israel sudah kalap, dan siap menggali kuburannya sendiri.

Karakter Yahudi : Pengecut

Salah satu karakter yahudi yang sangat tersohor ke seantero jagad adalah sikap pengecutnya. Mana ada cerita yahudi berperang lawan umat Islam secara terbuka dan head to head?

Yang berani dilakukan Israel hanya melempar bom dari pesawat yang terbang tinggi. Kalau pun Apache terbang rendah, jantung awak dan pilotnya udah mau copot. Yang berani terbang rendah sudah dianggap pahlawan di Israel. Aslinya sih mereka adalah bangsa paling pengecut. Dan itu diabadikan di dalam Quran :

Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. (QS. Al-Hasyr : 14)

Di samping itu, jumlah yahudi sebenarnya sangat sedikit. Itu pun pada hakikatnya mereka berpecah belah. Kelihatannya mereka kompak, padahal mereka pun juga berpecah belah, sama sekali tidak dinampakkan di depan publik.

Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (QS. Al-Hasyr : 14)

Jadi kalau dikatakan HAMAS bertanggung-jawab atas semua kebrutalan Israel, atau dikatakan bahwa HAMAS itu lemah dan pasti kalah dari Israel, hmm, rasanya seperti Jaka Sembung Naik Ojek (nggak nyambung jek).

Mundur Dari Palestina?

Pilihan mundur dari Palestina adalah puncak kebahagiaan yahudi Israel. Memang tujuan mereka ingin mengusir siapa saja, tanpa pandang bulu, dari negeri itu.

Jadi kalau ada ide agar umat Islam mundur dari Palestina dan menyerahkan tanah itu kepada yahudi, tentu ada dua kemungkinan.

Pertama, kemungkinan yang bicara seperti itu memang terlalu awam, hidup di alamnya sendiri, tidak pernah baca koran, tidak lihat TV, tidak tahu politik Israel. Pendeknya kuper alias kurang pergaulan.

Kedua, semoga ini tidak terjadi, yaitu yang mengusulkan itu sadar atau tidak sadar, telah jadi corong buat yahudi untuk melakukan perang urat syaraf (al-ghazwul fikri). Modusnya mirip yang dilakukan Snouck Hurgornje kafir itu di Aceh, di zaman penjajahan Belanda dulu. Atau mirip Mirza Ghulam Ahmad di India, yang dijadikan alat oleh penjajah untuk menghalangi bangsa India dari melakukan jihad melepaskan diri dari Inggris.

Dua-duanya diperalat (atau malah jadi otak) para penjajah untuk melemahkan semangat perjuangan umat Islam untuk membebaskan negerinya dari penjajahan bangsa lain.Karena itu seharusnya kita bantu perjuangan HAMAS itu, karena boleh dibilang mereka ada di front terdepan dari jihad suci ini. Hanya dengan jihad, yahudi akan gemetar. Kalau cuma diplomasi, sudah terbukti dari tahun 1948, kita selalu kalah.

Yang mengatakan HAMAS adalah aliran garis keras, mungkin perlu membaca lagi sejarah. Sebab dahulu Belanda juga rajin menjuluki para pahlawan kita dengan sebutan ekstrimis. En kowe orang en ekstrimis ya, tangkap itu si Pitung, Verdore !!!

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

http://warnaislam.com/syariah/kontemporer/2009/1/8/14460/Benarkah_Kebrutalan_Israel_Justru_Dipicu_Perlawanan_HAMAS.htm

Januari 21, 2009

Review debat TV One, akankah obama membawa kedamaian di timur tengah?

Diarsipkan di bawah: Harian, Opini — drakulil @ 10:34 pm

Seperti yang kita ketahui, Obama sebagai presiden berkulit hitam pertama di Amerika Serikat telah menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini juga yang secara khusus diangkat menjadi bahan perdebatan pada acara debat di sebuah stasiun televisi swasta negeri ini. Khususnya tentang perubahan kebijakan AS terhadap Palestina.

Kebetulan saya tidak melihat dari awal, hanya akhir sesi pertama dan dilanjutkan dengan sesi ke dua sampai selesai. Pada closing sesi pertama, pembicara pro amerika dari JIL (Jaringan Islam Liberal) menyatakan bahwa Obama menjanjikan perubahan, karena latar belakangnya yang multi ras, pernyataan ini diperkuatnya dengan menjelaskan silsilah singkat keluarga Obama.

Saya melihat pendapat ini terlalu sempit, hanya membandingkan kebijakan sebuah negara apalagi sebesar Amerika Serikat dengan latar belakang “multiras” keluarga presidennya sebagai parameter “bakal terjadinya” perubahan adalah perbandingan yang tidak senonoh. Amerika Serikat adalah negara yang besar, pengaruh lobi yahudi juga sangat kuat, bagaimana Obama dapat melakukan perubahan, apakah dia akan menerapkan pola diktator dengan segala kebijakan mengacu pada pemikirannya? rasanya sulit, justru kemungkinan besar Obamalah yang akan dirubah untuk mengamankan kepentingan lobi yahudi.

(lagi…)

Desember 29, 2008

Symphatize For Gaza: Aku ingin…

Diarsipkan di bawah: Opini — drakulil @ 1:55 pm
Tags:

Aku ingin menciptakan pasukan robot berbentuk burung, seukuran burung pipit yang sulit dibedakan dengan burung aslinya. Aku akan memprogram mereka dengan misi untuk menyusup dan menghancurkan Israel dari dalam, aku akan mengirimkan mereka ke bandara internasional israel dan lapangan terbang militer mereka, burung-burung itu akan menyusup masuk ke hangar pesawat tempur israel kemudian meledakkan diri bersama pesawat-pesawat dan helikopter israel sehingga israel tak bisa lagi menyerang Gaza dari udara.

(lagi…)

Juni 5, 2008

AKBB Sengaja Provokasi FPI

Diarsipkan di bawah: Opini — drakulil @ 1:57 pm

Banyak pihak merasa heran mengapa aparat keamanan hanya menangkap aktivis Front Pembela Islam (FPI) berserta pimpinannya, Habib Rizieq, sedangkan anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) tidak disentuh polisi. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan jika aksi unjuk rasa yang dilakukan AKKBB tidak memiliki izin dari kepolisian, menyalahi rute yang dilaporkan, ada yang membawa senjata api, dan sengaja memancing rusuh. (lagi…)

Islam itu ramah, tapi bukan berarti harus permissive

Diarsipkan di bawah: Opini — drakulil @ 9:57 am
Tags:

Islam itu agama yang cinta damai, tapi bukan berarti islam tidak mengajarkan bagaimana caranya membela diri dan melakukan perlawanan. Kalo pipi kiri ditampar, jangan berikan pipi kananmu untuk ditampar lagi, tapi balas tamparannya. Bila dia masih terus menampar, balas lagi sampe dia berhenti.

Aneh, kalo ada orang islam mengatakan “Islam itu cinta damai” sambil membiarkan Ahmadiyah merajalela menodai Islam. Islam itu cinta damai, islam itu ramah, tapi jangan coba-coba bermain api dengan melecehkan kehormatan umat Islam. Rasulullah SAW pernah menyatakan perang kepada kaum Yahudi di Madinah lantaran sekelompok pemuda Yahudi menggangu wanita muslimah kemudian menarik jilbabnya sampai terlepas.

Umat islam itu cinta damai, tapi kalau diperangi atau kesucian agamanya dinodai maka mereka akan melawan. Itulah fitrah kehidupan, semut pun akan menggigit jika diganggu.

Mengamalkan Islam yang ramah bukan berarti ramah terhadap segala hal, karena ramah terhadap segala hal adalah sikap permissive yang justru tidak dibenarkan. Islam mengajarkan untuk ramah kepada orang asing, tapi juga mengajarkan untuk mengusir penjajah. Islam mengajarkan untuk bertoleransi membiarkan umat agama lain menjalankan keyakinannya, tapi juga mengajarkan untuk menjaga kesucian agama & menindak tegas penyelewengan-penyelewengan nilai Islam.

Sedangkan sikap ramah terhadap segala hal termasuk ramah pada kemaksiatan, ramah terhadap penodaan agama Islam, ramah kepada penjajah, bukanlah bentuk pengamalan Islam yang ramah, melainkan bentuk pengamalan Islam yang salah.

Blog pada WordPress.com.